Tahun berganti tahun, bulan berganti bulan, dan aku baru sadar kalau hampir 4 tahun ini aku vakum menulis. Mungkin jika aku ceritakan apa yang telah aku alami selama 4 tahun ini akan menjadi sebuah buku yang berjilid-jilid.
Baru tahun yang ke 4 ini, aku kembali merasakan menjadi diriku sendiri. Kembali memulai menyusun kepingan-kepingan mimpiku yang telah dihancurkan oleh seseorang. Aku berterima kasih kepada Allah, dan kepada diriku sendiri. Dalam perjalanan selama 4 tahun ini aku masih bisa hidup, survive dan bertahan.
Aku juga tidak menyangka aku akan berada di posisi sekarang ini, Sekali lagi terima kasih diriku.
Pidapido
Tuesday, March 17, 2026
AWAL LAGI
Sunday, November 13, 2022
SURAT LAMARAN PEKERJAAN
Mijen, 09
Maret 2022
Hal
: Lamaran Pekerjaan
Yth, Kepala DINDAGKOP UKM
Kabupeten Demak
di
tempat
Dengan hormat,
Sehubungan dengan informasi lowongan
kerja di DINDAGKOP UKM, dengan ini saya berminat untuk melamar pekerjaan
sebagai petugas Sensus UKM di Instansi yang Bapak pimpin.
Adapun data diri saya sebagai berikut:
Nama : Pidapido
Tempat, tanggal lahir : Demak, 11 Januari 200
No Handphone : 08588888888
Alamat : Jalan Merak No. 56
Pendidikan terakhir : S1 PGSD Universtitas PGRI Semarang
Pekerjaan : Wiraswasta
Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini
saya lampirkan:
1.
Fotocopy KTP
sebanyak 2 lembar
2.
Foto
berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar
3.
Surat Pernyataan
Enumerator
4.
Curiculum Vitae
5.
Fotocopi Ijazah
Terakhir
Demikian surat lamaran ini saya buat
dengan harapan saya dapat kesempatan ke tahap selanjutnya, atas perhatian Bapak
saya ucapkan banyak terima kasih.
Hormat
saya,
Pidapido
Sunday, June 19, 2022
TIDAK APA-APA, ITU SEKEDAR UJIAN DAN NILAI
Hari ini Jumat, 17 Juni 2022 adalah
hari penantian setiap siswa dan juga mungkin sebagian dan bahkan beberapa dari
orang tua wali murid yang cemas dan berharap nilai anak-anaknya berhasil dengan
nilai yang memuaskan.
Setelah pengambilan raport tadi pagi,
memang sengaja tidak ada peringkat kelas. Karena saya percaya dari 14 anak yang
berada di kelas V ini, memiliki bakat dan kelebihan masing-masing.
Ada yang dalam pelajaran
matematikanya kurang, namun dari segi motoriknya sangat unggul.
Ada yang hebat dalam
pelajaran semua materi pelajaran namun kurang di matematikanya.
Ada yang cerdas dalam hal
hitung-menghitung tapi kurang dalam beberapa materi pelajaran.
Selama mengajar di kelas V ini, saya
lebih menekankan proses daripada hafalan dalam belajar mengajar. Bagaimana saya
mengajak anak-anak untuk praktek langsung dalam memahami berbagai macam
campuran yang menggunakan beberapa media seperti air, minyak, gula, dan kopi
itu dengan tujuan agar anak-anak lebih memahami materi daripada sekadar hafalan
dan kemudian lupa. Praktek pembuatan iklan, praktek kegiatan ekonomi dan
lain-lain.
Perlu digaris bawahi, bahwa setiap
anak yang terlahir sudah memiliki bakat, kelebihan dan keunikan masing-masing.
Setiap anak itu istimewa. Begitupun dengan anak-anak kelas V ini.
Ada calon seniman yang tidak
mementingkan matematika.
Ada calon sastrawan yang tidak butuh
pelajaran.
Ada calon olahragawan yang lebih
mementingkan fisik daripada materi pelajaran.
Dan ada calon pengusaha yang tidak membutuhkan
pelajaran sejarah atau sastra.
Setiap anak memiliki kelebihan dan
kekurangan masing-masing.
Saya berharap anak-anak dan orang tua
/ wali murid mampu menerima dan memahami kelebihan, bakat, dan keunikan
masing-masing yang dimiliki oleh masing-masing anak.
Sekiranya anak-anak naik kelas dan
dengan nilai tertinggi, itu hebat!. Tapi bila tidak, mohon jangan
rampas rasa percaya diri dan harga diri anak-anak. Katakan saja: "tidak
apa-apa, itu hanya sekedar ujian dan nilai."
Mohon untuk tetap memotivasi
anak-anak dan membersamai setiap proses dan langkah masing-masing dari
anak-anak.
Demak, 17 Juni 2022
SD NEGERI GENENG 3
Friday, October 29, 2021
PERBEDAAN KTSP DENGAN KURIKULUM 2013
Perbedaan dan persamaan kajian kurikulum 2013 dengan KTSP dilihat dengan kacamata Perguruan Tinggi dengan adanya kemajuan zaman saat ini.
¨ Perbedaan KTSP dengan Kurikulum 2013
Antara kajian kajian kurikulum 2013 dengan KTSP terdapat
perbedaan yang signifikan berupa tujuan, Standar Kompetensi dan Kompetensi
Dasar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat melalui tabel berikut :
|
NO |
PERBEDAAN |
KURIKULUM
2006 |
KURIKULUM
2013 |
|
1 |
Tujuan
Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan |
Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar dan
menengah dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan berikut. 1. Tujuan
pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan
mengikuti pendidikan lebih lanjut. 2.
Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan
mengikuti pendidikan lebih lanjut. 3.
Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri
dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. KTSP
( Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ) disusun dalam rangka memenuhi amanat
yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomer 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. |
Pendidikan
dasar dan menengah, dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun
2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, bertujuan membangun
landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: a. beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian
luhur; b. berilmu, cakap, kritis,
kreatif, dan inovatif; c. sehat, mandiri, dan
percaya diri; dan d. toleran, peka sosial,
demokratis, dan bertanggung jawab. |
|
2. |
Struktur
dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan |
Struktur
dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang
dalam SI meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut. · Kelompok
mata pelajaran agama dan akhlak mulia · Kelompok
mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian · Kelompok
mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi · Kelompok
mata pelajaran estetika · Kelompok
mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan |
Ditinjau
dari manajemen sekolah, maka KTSP pada dasarnya merupakan bentuk perencanaan
satuan pendidikan pada bidang intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler
untuk mencapai visi, misi, dan tujuannya. Dokumen
KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah setidak-tidaknya meliputi: 1.
Kurikulum nasionalyang terdiri
dari Rasional, Kerangka Dasar Kurikulum, Struktur Kurikulum, Deskripsi Matapelajaran,
KI dan KD, dan Silabus untuk satuan pendidikan terkait. 2. Kurda yang terdiri dari KD dan Silabus yang
dikembangkan oleh daerah yang bersangkutan, dengan acuan KI yang dikembangkan
pada kurikulum nasional 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP). 4. Kegiatan kurikuler (intrakurikuler,
kokurikuler, ekstrakurikuler) 5. Kalender Pendidikan. |
|
3. |
Sistem
yang digunakan |
Dalam
kurikulum 2006 yang digunakan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar Berbasis
mata pelajaran, masing-masing disiplin ilmu dibahas atau dikelompokkan dalam
satu mata pelajaran. |
Dalam
kurikulum 2013 yang digunakan Kompetensi Inti (KI) Berbasis
tematik, sehingga dalam pembelajaran yang digunakan adalah tema-tema yang
menjadi acuan atau bahan ajar. |
|
4. |
Silabus
yang digunakan |
Silabus
yang digunakan adalah silabus yang dibuat oleh masing-masing satuan
pendidikan yang berdasarkan silabus nasional. |
Silabus
yang digunakan adalah silabus dari pusat, sehingga seluruh indonesia
menggunakan silabus yang sama. |
|
6 |
Mata pelajaran pancasila |
Dalam
kurikulum 2006, mata pelajaran pendidikan pancasila ditiadakan dan diganti
dengan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. |
Dalam
kurikulum 2013, mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dirubah menjadi
pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. |
|
5 |
Implementasi
kurikulum |
Dalam
kurikulum 2006, sistem yang digunakan adalah penjurusan. |
Dalam
kurikulum 2013, sistem yang digunakan adalah peminatan. |
|
7 |
Beban
belajar siswa |
Beban
belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran yang terlalu
kompleks melebihi kemampuan siswa. |
Beban
belajar siswa lebih sedikit dan disesuaikan dengan kemampuan siswa |
|
8 |
Proses
penilaian |
Berfokus
pada pengetahuan melalui penilaian output |
Berbasis
kemampuan melalui
penilaian proses dan output |
|
10 |
Penilaian |
Menekankan aspek kognitif Test menjadi cara penilaian yang
dominan |
Menekankan
aspek kognitif, afektif, psikomotorik secara proporsional Penilaian test dan
portofolio saling melengkapi |
|
11 |
Pendidik dan Tenaga Kependidikan |
Memenuhi kompetensi profesi saja
Fokus pada ukuran kinerja PTK |
Memenuhi
kompetensi profesi, pedagogi, sosial, dan personal motivasi mengajar |
|
12 |
Pengelolaan
Kurikulum |
· Satuan
pendidikan mempunyai kebebasan dalampengelolaan kurikulum · terdapat
kecenderungan satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan
kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah Pemerintah
hanya menyiapkan sampai standar isi mata pelajaran (Satuan
pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengelolaan kurikulum) |
·
Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki kendali kualitas dalam pelaksanaan
kurikulum di tingkat satuan pendidikan · Satuan
pendidikan mampumenyusun kurikulum
dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik,
dan potensi daerah (Pemerintah
Pusat dan Daerah memiliki kendali
kualitas dalam pelaksanaan kurikulum
di tingkat satuan pendidikan) |
¨
Persamaan Kurikulum 2013 dengan
KTSP
Untuk persamaan
Kurikulum 2013 dengan KTSP adalah sebagai berikut:
1.
Kurikulum 2006 (KTSP) dan Kurikulum 2013 sama-sama menampilkan teks sebagai
butir-butir KD.
2. Untuk struktur kurikulumnya baik pada KTSP atau pada 2013 sama-sama dibuat
atau dirancang oleh pemerintah tepatnya oleh Depdiknas.
3. Beberapa mata pelajaran masih ada yang sama seperti KTSP.
4. Terdapat kesamaan esensi kurikulum, misalnya pada pendekatan ilmiah yang
pada hakekatnya berpusat pada siswa. Dimana siswa yang mencari pengetahuan
bukan menerima pengetahuan.
Jadi
dapat ditarik kesimpulan bahwa perbedaan antara Kurikulum 2013 dengan KTSP
terletak pada tujuan, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Dilihat dari
persamaannya, antara Kurikulum 2013 dengan KTSP terdapat kesamaan dari
sama-sama menampilkan teks sebagai butir-butir Kompetensi Dasar (KD), sama-sama
dibuat dan dirancanf oleh Depdiknas, dari segi mata pelajaran Kurikulum 2013
masih ada yang sama seperti KTSP, serta terdapat kesamaan esensi kurikulum.
Referensi :
Reffiane, Fine. 2015. Dasar-Dasar
Pendidikan IPA SD. UPGRIS : Semarang.
Wati, Indah. 2013. Analisis Perbedaan
Kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013. http://iindahwati.blogspot.co.id/2013/08/analisis-perbedaan-kurikulum-ktsp-dan.html.Diakses
pada tanggal 23 November 2016.
Ayu, Dhini Oktari.2013. Perbedaan dan
Persamaan Kurikulum 2013 dan KTSP . https://dhinioktariayudoraemon.wordpress.com/2013/11/15/perbedaan-dan-persamaan-kurikulum-2013-dan-ktsp-2006/
.Diakses pada tanggal 23 November 2016.
Ariningsih, Ari. 2013.Makalah
Perbedaan Kurikulum KTSP dengan 2013.
http://reni-ariningsih.blogspot.co.id/2013/06/makalah-perbedaan-kurikulum-ktsp-dengan.html. Diakses pada tanggal 23 November 2016.
LAPORAN INDIVIDU MAGANG 3 DI SD NEGERI 2 KUNDISARI, KEDU, TEMANGGUNG, JAWA TENGAH
Program
Magang merupakan kegiatan yang memberikan pengalaman awal untuk membangun jati
diri pendidik, memantapkan kompetensi akademik kependidikan dan bidang studi,
memantapkan kemampuan awal mahasiswa calon guru, mengembangkan perangkat
pembelajaran dan kecakapan pedagogis dalam membangun bidang keahlian
pendidikan. Pelaksanaan Magang III selama 42 hari. Mulai dari penerjunan
tanggal 24 Juli hingga penarikan tanggal 07 September 2018.
Bertempat di SD Negeri 2 Kundisari. Terletak
di Dusun Munding Lor, Desa Kundisari, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung.
Butuh waktu sekitar 5 menit untuk sampai di SD Negeri dari posko. Dalam praktik
mengajar, SD Negeri 2 Kundisari sudah menggunakan kurikulum 2013. Namun, kelas
3 dan kelas 6 masih menggunakan kurikulum KTSP.
Masalah yang berkaitan dengan RPP adalah
sebagian besar hampir guru kelas tidak membuat RPP, karena dari pihak sekolah
sudah menyediakan bendelan RPP pembelajaran selama dua semester. Hal itu bukan
berarti menjadi masalah bagi mahasiswa magang III di SD N 2 Kundisari. Karena
guru-guru di SD N 2 Kundisari sangat komunikatif dalam pembimbingan pembuatan
RPP.
Lain halnya dengan mahasiswa magang III
di SD N 2 Kundisari, kesulitan yang dihadapi mahasiswa magang III di SD Negeri
2 Kundisari adalah dalam penyusunan RPP. Kendala waktu dalam pembuatan RPP
menjadi faktor utama. Karena pelaksanaan magang III bersamaan dengan
pelaksanaan KKN.
Namun, menurut saya pribadi sebagai
calon guru harus bisa dalam kondisi apapun. Solusinya adalah ketika ada jam
kosong, digunakan sebagai waktu untuk menyusun RPP.
Masih berkaitan dengan RPP, ada satu hal
yang lumayan penting untuk dibahas. Kesesuaian antara jadwal mata pelajaran
kelas 5 dengan mata pelajaran dalam RPP berbeda. Menurut Bu Ranie, guru kelas 5
dalam proses pembelajaran tidak berpacu dalam jadwal mata pelajaran yang ada.
Jika jadwal tematik, maka mata pelajaran di luar mata pelajaran RPP diletakkan
di akhir pembelajaran tematik. Missal hari Senin ada jadwal mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam (PAI). Maka PAI diletakan di jam terakhir setelah
pembelajaran tematik atau di jam pertama sebelum pembelajaran tematik.
Pelaksanaan magang III dititikberatkan
pada praktik mengajar di kelas. Mahasiswa magang III diberikan kesempatan praktik
mengajar di kelas sebanyak 6 kali. Enam kali mengajar dan membuat enam RPP.
Untuk praktik mengajar sendiri, pertama praktik mengajar di kelas 5 pada Rabu,
01 Agustus 2018. Dan mengajar di kelas 1 pada Jumat, 03 Agustus 2018. Kelas 2
pada Selasa, 07 Agustus 2018, kelas 4 pada Rabu, 08 Agustus 2018 kelas 5 pada
Jumat, 31 Agustus 2018, dan kelas 5 pada Senin, 02 Agustus 2018.
Kesulitan yang dihadapi mahasiswa magang
III di SD N 2 Kundisari khususnya saya pribadi dalam prakrik mengajar di kelas
terletak pada cara berkomunikasi. Sebagian besar siswa menggunakan bahasa Jawa
krama alus. Dan jarang sekali memakai bahasa Indonesia sebagai bahasa
sehari-hari dalam berkomunikasi. Hal itu menyulitkan saya dalam berkomunikasi
dengan siswa SD Negeri 2 Kundisari. Namun, bagiku tidak ada yang mustahil
selagi kita mau berusaha. Sedikit demi sedikit setidaknya saya belajar bahasa
Jawa krama alus dari siswa. Memang benar siapa saja bisa menjadi guru. Dalam
hal ini, para muridku malah menjadi guru dalam saya belajar bahasa Jawa krama alus.
Kegiatan ekstrakurikuler di SD N 2
Kundisari dilaksanakan pada hari Sabtu siang. Ekstrakurikuler yang ada di SD N
2 Kundisari adalah kegiatan pramuka. Pramuka SD N 2
Kundisari di SD Negeri 2 Kundisari memiliki gugus depan 932/933.
Kegiatan ekstrakurikuler pramuka
di SD N 2 Kundisari memiliki golongan pramuka siaga dan
penggalang, kegiatan pramuka sering dilakukan dihari Sabtu
sekaligus pelatihan petugas upacara hari Senin.
Kegiatan pramuka yang dilakukan oleh golongan
Penggalang yaitu PBB, perawatan lingkungan, tali
temali, pembentukan karakter. Sedangkan pada golongan siaga yaitu menyanyi,
perawatan lingkungan, PBB dasar. Kegiatan pramuka di SD N
2 Kundisari juga mengikuti kegiatan diluar sebagai
mencari prestasi dan pengalaman bagi siswa. Kegiatan pramuka di SD N2 Kundisari
sudah berjalan baik tetapi masih kurang SDM yang dapat menguasai materi pramuka
secara mendalam.
Sedangkan kegiatan olah raga di SD N 2
Kundisari masuk dalam mata pelajaran dari kelas 1 hingga kelas 6. Kegiatan olah raga sudah berjalan dengan baik. Kegiatan olah raga sering
diisi dengan permainan tradisional, sepak bola, tarik tambang, jalan – jalan ,
dll. Siswa SD N
2 Kundisari
mendapat kesempatan untuk maju lomba gerak jalan dalam mempengringati Hari
Kemerdekaan Republik Indonesi ke-73 Tingkat Kecamatan Kedu, di Kantor Kecamatan Kedu pada tanggal Sabtu, 11 Agustus 2018.
Dalam kegiatan
kesenian di SD Negeri 2 Kundisari
memiliki kegiatan menari, macapat, rebana. Dalam kegiatan tersebut siswa didamping
oleh guru – guru Sekolah Dasar. Siswa dalam mengikuti ekstrakulikuler dengan
semangat dan senang hati karena dapat
dijadikan sebagai kegiatan
setelah pulang sekolah. Dalam kegiatan kesenian di SD N 2 Kundsari juga pernah
mendapat kesempatan untuk maju dalam lomba MAPSI tingkat kecamatan yang diikuti
siswa – siswa SD Negeri 2 Kundisari.
Mahasiswa magang III di SD N 2
Kundisari, tak hanya melakukan praktik mengajar di kelas saja. Namun juga
membantu apa saja yang dapat dilakukan termasuk dalam masalah administrasi SD N
2 Kundisari. Mahasiswa magang III di SD N 2 Kundisari dalam administrasi
membantu dalam pengisian buku Induk Siswa Kurikulum 2013 dari kelas 1, kelas 2,
kelas 4, dan kelas 5.
Hal itu bukan menjadi masalah bagi
mahasiswa magang III SD N 2 Kundisari. Malah menjadi ladang untuk berbuat amal
baik.
Dalam hal berkomunikasi secara verbal kebanyakan
menggunakan bahasa Jawa krama alus. Hal itu sedikit menyulitkan dalam
berkomunikasi karena mahasiswa magang III di SD N 2 Kundisari jarang menggunakan Bahasa Jawa krama alus
lebih sering menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa dalam berkomunikasi
sehari-hari. Namun, memang benar siapa saja dapat menjadi guru. Dan mahasiswa magang
III SD N 2 Kundisari belajar bahasa Jawa krama alus melalui warga SD 2
Kundisari.
Magang
III di SD N 2 Kundisari memberi atmosfir tersendiri. Biasanya mahasiswa magang
III di SD N 2 Kundisari terbiasa mengajar di lingkungan SD di daerah Semarang
yang memiliki akses mudah dalam membantu proses pembelajaran di kelas. Namun di
Temanggung berbanding terbalik dengan kondisi di Semarang. Akses dalam
pembuatan RPP, media pembelajaran sedikit mendapat kendala. Akses jalur menuju
tempat toko yang menjual peralatan alat tulis agak jauh dari lokasi SD N 2
Kundisari.
Walaupun
begitu mahasiswa magang III SD N 2 Kundisari sedikit agak terbantu dengan
guru-guru yang begitu komunikatif dalam pembimbingan pembuatan RPP. Dalam
pembuatan RPP sedikit terkendala masalah waktu. Kebetulan magang III bersamaan
dengan pelaksanaan KKN di Dusun Nyamplung, Desa Kundisari, Kecamatan Kedu,
Kabupaten Temanggung. Hal itu bisa disiasati mahasiswa magang III SD N 2
Kundisari dengan memanfaat waktu kosong di luar jadwal mengajar di kelas untuk
membuat RPP.
Mahasiswa
magang III SD N 2 Kundisari mendapat kesempatan untuk mengajar di kelas
sebanyak enam kali mengajar di kelas. Selain itu di jadwal mengajar di kelas
mahasiswa magang III SD N 2 Kundisari juga mengajar sewaktu ada kelas kosong.
Siswa
SD N 2 Kundisari cukup aktif dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Terbukti
dengan banyaknya siswa yang mengikuti kegiatan pramuka dan ekstra tari.
Dimanapun
tempat yang akan menjadi tempat membagikan ilmu, harus disyukuri. Bukan lokasi
maupun SD mana yang akan menjadi tempat untuk magang, namun seberapa tangguh
kita dalam menghadapi lingkungan SD tempat untuk magang dan seberapa kuat kita
dalam menyesuaikan diri dalam lingkungan SD.
Saran
saya, dimanapun kita berada dalam menularkan ilmu yang telah kita peroleh harus
disyukuri. Pasti tiap-tiap hal memiliki hikmah dan pembelajaran yang begitu
berharga. Seperti saya pribadi, tempat di mana saya magang, di SD N 2 Kundisari
mengajarkan saya untuk lebih mencitai budaya daerah, dan lebih mendekatkan saya
dengan para yang ditetuakan dengan berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa krama
alus.
Lebih
dari itu, saya sangat bersyukur mendapat kesempatan magang di SD N 2 Kundisari.
Selain siswa, guru, pegawai dan kepala sekolah yang begitu ramah juga kondisi
lingkungan SD N 2 Kundisari memberikan cerita tersendiri bagi saya.
Harapan
saya semoga tahun kedepannya, maupun dengan berganti tahun-tahun berikutnya
keramahan dan kesopanan warga SD N Kundisari tidak luntur. Dan semoga SD N
Kundisari semakin maju dan menjadi sekolah Adiwiyata yang mencintai dan menjaga
lingkungan. Aamiin.
Kundisari, Kedu Temanggung 2018






