Showing posts with label Coretan. Show all posts
Showing posts with label Coretan. Show all posts

Sunday, June 19, 2022

TIDAK APA-APA, ITU SEKEDAR UJIAN DAN NILAI

Hari ini Jumat, 17 Juni 2022 adalah hari penantian setiap siswa dan juga mungkin sebagian dan bahkan beberapa dari orang tua wali murid yang cemas dan berharap nilai anak-anaknya berhasil dengan nilai yang memuaskan.

Setelah pengambilan raport tadi pagi, memang sengaja tidak ada peringkat kelas. Karena saya percaya dari 14 anak yang berada di kelas V ini, memiliki bakat dan kelebihan masing-masing.

Ada yang dalam pelajaran matematikanya kurang, namun dari segi motoriknya sangat unggul.

Ada yang hebat dalam pelajaran semua materi pelajaran namun kurang di matematikanya.

Ada yang cerdas dalam hal hitung-menghitung tapi kurang dalam beberapa materi pelajaran.

 

Selama mengajar di kelas V ini, saya lebih menekankan proses daripada hafalan dalam belajar mengajar. Bagaimana saya mengajak anak-anak untuk praktek langsung dalam memahami berbagai macam campuran yang menggunakan beberapa media seperti air, minyak, gula, dan kopi itu dengan tujuan agar anak-anak lebih memahami materi daripada sekadar hafalan dan kemudian lupa. Praktek pembuatan iklan, praktek kegiatan ekonomi dan lain-lain.

Perlu digaris bawahi, bahwa setiap anak yang terlahir sudah memiliki bakat, kelebihan dan keunikan masing-masing. Setiap anak itu istimewa. Begitupun dengan anak-anak kelas V ini.

Ada calon seniman yang tidak mementingkan matematika.

 

Ada calon sastrawan yang tidak butuh pelajaran.

Ada calon olahragawan yang lebih mementingkan fisik daripada materi pelajaran.

Dan ada calon pengusaha yang tidak membutuhkan pelajaran sejarah atau sastra.

 

Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Saya berharap anak-anak dan orang tua / wali murid mampu menerima dan memahami kelebihan, bakat, dan keunikan masing-masing yang dimiliki oleh masing-masing anak.

Sekiranya anak-anak naik kelas dan dengan nilai tertinggi, itu hebat!. Tapi bila tidak, mohon jangan rampas rasa percaya diri dan harga diri anak-anak. Katakan saja: "tidak apa-apa, itu hanya sekedar ujian dan nilai."

 

Mohon untuk tetap memotivasi anak-anak dan membersamai setiap proses dan langkah masing-masing dari anak-anak.

 

 

Demak, 17 Juni 2022

 

SD NEGERI GENENG 3



Friday, October 29, 2021

LAPORAN INDIVIDU MAGANG 3 DI SD NEGERI 2 KUNDISARI, KEDU, TEMANGGUNG, JAWA TENGAH

 

Program Magang merupakan kegiatan yang memberikan pengalaman awal untuk membangun jati diri pendidik, memantapkan kompetensi akademik kependidikan dan bidang studi, memantapkan kemampuan awal mahasiswa calon guru, mengembangkan perangkat pembelajaran dan kecakapan pedagogis dalam membangun bidang keahlian pendidikan. Pelaksanaan Magang III selama 42 hari. Mulai dari penerjunan tanggal 24 Juli hingga penarikan tanggal 07 September 2018.

Bertempat di SD Negeri 2 Kundisari. Terletak di Dusun Munding Lor, Desa Kundisari, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Butuh waktu sekitar 5 menit untuk sampai di SD Negeri dari posko. Dalam praktik mengajar, SD Negeri 2 Kundisari sudah menggunakan kurikulum 2013. Namun, kelas 3 dan kelas 6 masih menggunakan kurikulum KTSP.

Masalah yang berkaitan dengan RPP adalah sebagian besar hampir guru kelas tidak membuat RPP, karena dari pihak sekolah sudah menyediakan bendelan RPP pembelajaran selama dua semester. Hal itu bukan berarti menjadi masalah bagi mahasiswa magang III di SD N 2 Kundisari. Karena guru-guru di SD N 2 Kundisari sangat komunikatif dalam pembimbingan pembuatan RPP.

Lain halnya dengan mahasiswa magang III di SD N 2 Kundisari, kesulitan yang dihadapi mahasiswa magang III di SD Negeri 2 Kundisari adalah dalam penyusunan RPP. Kendala waktu dalam pembuatan RPP menjadi faktor utama. Karena pelaksanaan magang III bersamaan dengan pelaksanaan KKN.

Namun, menurut saya pribadi sebagai calon guru harus bisa dalam kondisi apapun. Solusinya adalah ketika ada jam kosong, digunakan sebagai waktu untuk menyusun RPP.

Masih berkaitan dengan RPP, ada satu hal yang lumayan penting untuk dibahas. Kesesuaian antara jadwal mata pelajaran kelas 5 dengan mata pelajaran dalam RPP berbeda. Menurut Bu Ranie, guru kelas 5 dalam proses pembelajaran tidak berpacu dalam jadwal mata pelajaran yang ada. Jika jadwal tematik, maka mata pelajaran di luar mata pelajaran RPP diletakkan di akhir pembelajaran tematik. Missal hari Senin ada jadwal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Maka PAI diletakan di jam terakhir setelah pembelajaran tematik atau di jam pertama sebelum pembelajaran tematik.

Pelaksanaan magang III dititikberatkan pada praktik mengajar di kelas. Mahasiswa magang III diberikan kesempatan praktik mengajar di kelas sebanyak 6 kali. Enam kali mengajar dan membuat enam RPP. Untuk praktik mengajar sendiri, pertama praktik mengajar di kelas 5 pada Rabu, 01 Agustus 2018. Dan mengajar di kelas 1 pada Jumat, 03 Agustus 2018. Kelas 2 pada Selasa, 07 Agustus 2018, kelas 4 pada Rabu, 08 Agustus 2018 kelas 5 pada Jumat, 31 Agustus 2018, dan kelas 5 pada Senin, 02 Agustus 2018.

Kesulitan yang dihadapi mahasiswa magang III di SD N 2 Kundisari khususnya saya pribadi dalam prakrik mengajar di kelas terletak pada cara berkomunikasi. Sebagian besar siswa menggunakan bahasa Jawa krama alus. Dan jarang sekali memakai bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari dalam berkomunikasi. Hal itu menyulitkan saya dalam berkomunikasi dengan siswa SD Negeri 2 Kundisari. Namun, bagiku tidak ada yang mustahil selagi kita mau berusaha. Sedikit demi sedikit setidaknya saya belajar bahasa Jawa krama alus dari siswa. Memang benar siapa saja bisa menjadi guru. Dalam hal ini, para muridku malah menjadi guru dalam saya belajar bahasa Jawa krama alus.

Kegiatan ekstrakurikuler di SD N 2 Kundisari dilaksanakan pada hari Sabtu siang. Ekstrakurikuler yang ada di SD N 2 Kundisari adalah kegiatan pramuka. Pramuka SD N 2 Kundisari di SD Negeri 2 Kundisari memiliki  gugus depan 932/933.

 Kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SD N 2 Kundisari memiliki golongan pramuka siaga dan penggalang, kegiatan pramuka sering dilakukan dihari Sabtu sekaligus pelatihan petugas upacara hari Senin. Kegiatan pramuka yang dilakukan oleh golongan Penggalang yaitu PBB, perawatan lingkungan, tali temali, pembentukan karakter. Sedangkan pada golongan siaga yaitu menyanyi, perawatan lingkungan, PBB dasar. Kegiatan pramuka di SD N 2 Kundisari juga mengikuti kegiatan diluar sebagai mencari prestasi dan pengalaman bagi siswa. Kegiatan pramuka di SD N2 Kundisari sudah berjalan baik tetapi masih kurang SDM yang dapat menguasai materi pramuka secara mendalam.

Sedangkan kegiatan olah raga di SD N 2 Kundisari masuk dalam mata pelajaran dari kelas 1 hingga kelas 6. Kegiatan olah raga sudah berjalan dengan baik. Kegiatan olah raga sering diisi dengan permainan tradisional, sepak bola, tarik tambang, jalan – jalan , dll. Siswa SD N 2 Kundisari mendapat kesempatan untuk maju lomba gerak jalan dalam mempengringati Hari Kemerdekaan Republik Indonesi ke-73 Tingkat Kecamatan Kedu, di Kantor Kecamatan Kedu pada tanggal Sabtu, 11 Agustus 2018.

Dalam kegiatan kesenian di SD Negeri 2 Kundisari memiliki kegiatan menari, macapat, rebana. Dalam kegiatan tersebut siswa didamping oleh guru – guru Sekolah Dasar. Siswa dalam mengikuti ekstrakulikuler dengan semangat dan senang hati karena dapat dijadikan sebagai kegiatan setelah pulang sekolah. Dalam kegiatan kesenian di SD N 2 Kundsari juga pernah mendapat kesempatan untuk maju dalam lomba MAPSI tingkat kecamatan yang diikuti siswa – siswa SD Negeri 2 Kundisari.

Mahasiswa magang III di SD N 2 Kundisari, tak hanya melakukan praktik mengajar di kelas saja. Namun juga membantu apa saja yang dapat dilakukan termasuk dalam masalah administrasi SD N 2 Kundisari. Mahasiswa magang III di SD N 2 Kundisari dalam administrasi membantu dalam pengisian buku Induk Siswa Kurikulum 2013 dari kelas 1, kelas 2, kelas 4, dan kelas 5.

Hal itu bukan menjadi masalah bagi mahasiswa magang III SD N 2 Kundisari. Malah menjadi ladang untuk berbuat amal baik.

Dalam hal berkomunikasi secara verbal kebanyakan menggunakan bahasa Jawa krama alus. Hal itu sedikit menyulitkan dalam berkomunikasi karena mahasiswa magang III di SD N 2 Kundisari  jarang menggunakan Bahasa Jawa krama alus lebih sering menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa dalam berkomunikasi sehari-hari. Namun, memang benar siapa saja dapat menjadi guru. Dan mahasiswa magang III SD N 2 Kundisari belajar bahasa Jawa krama alus melalui warga SD 2 Kundisari.

Magang III di SD N 2 Kundisari memberi atmosfir tersendiri. Biasanya mahasiswa magang III di SD N 2 Kundisari terbiasa mengajar di lingkungan SD di daerah Semarang yang memiliki akses mudah dalam membantu proses pembelajaran di kelas. Namun di Temanggung berbanding terbalik dengan kondisi di Semarang. Akses dalam pembuatan RPP, media pembelajaran sedikit mendapat kendala. Akses jalur menuju tempat toko yang menjual peralatan alat tulis agak jauh dari lokasi SD N 2 Kundisari.

Walaupun begitu mahasiswa magang III SD N 2 Kundisari sedikit agak terbantu dengan guru-guru yang begitu komunikatif dalam pembimbingan pembuatan RPP. Dalam pembuatan RPP sedikit terkendala masalah waktu. Kebetulan magang III bersamaan dengan pelaksanaan KKN di Dusun Nyamplung, Desa Kundisari, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Hal itu bisa disiasati mahasiswa magang III SD N 2 Kundisari dengan memanfaat waktu kosong di luar jadwal mengajar di kelas untuk membuat RPP.

Mahasiswa magang III SD N 2 Kundisari mendapat kesempatan untuk mengajar di kelas sebanyak enam kali mengajar di kelas. Selain itu di jadwal mengajar di kelas mahasiswa magang III SD N 2 Kundisari juga mengajar sewaktu ada kelas kosong.

Siswa SD N 2 Kundisari cukup aktif dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Terbukti dengan banyaknya siswa yang mengikuti kegiatan pramuka dan ekstra tari.

Dimanapun tempat yang akan menjadi tempat membagikan ilmu, harus disyukuri. Bukan lokasi maupun SD mana yang akan menjadi tempat untuk magang, namun seberapa tangguh kita dalam menghadapi lingkungan SD tempat untuk magang dan seberapa kuat kita dalam menyesuaikan diri dalam lingkungan SD.

Saran saya, dimanapun kita berada dalam menularkan ilmu yang telah kita peroleh harus disyukuri. Pasti tiap-tiap hal memiliki hikmah dan pembelajaran yang begitu berharga. Seperti saya pribadi, tempat di mana saya magang, di SD N 2 Kundisari mengajarkan saya untuk lebih mencitai budaya daerah, dan lebih mendekatkan saya dengan para yang ditetuakan dengan berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa krama alus.

Lebih dari itu, saya sangat bersyukur mendapat kesempatan magang di SD N 2 Kundisari. Selain siswa, guru, pegawai dan kepala sekolah yang begitu ramah juga kondisi lingkungan SD N 2 Kundisari memberikan cerita tersendiri bagi saya.

Harapan saya semoga tahun kedepannya, maupun dengan berganti tahun-tahun berikutnya keramahan dan kesopanan warga SD N Kundisari tidak luntur. Dan semoga SD N Kundisari semakin maju dan menjadi sekolah Adiwiyata yang mencintai dan menjaga lingkungan. Aamiin.


Siswa SD N 02 Kundisari
Foto diambil di SD N 02, Kundisari, Temanggung 12 September 2018


Praktik mengajar di kelas 5 SD N 02 Kundisari, Temanggung


 Upacara Hari Senin
Agustus 2018


Malam Janji Pramuka SD N 02 Kundisari 2018



SD N 02 Kundisari mengikuti Gerak Jalan di Kecamatan Kedu 2018


Keakraban dengan peserta didik SD N 02 Kundisari



Magang III Program KKN PPM 2018
Kundisari, Kedu Temanggung 2018

Sunday, October 24, 2021

DARI LASKAR ISMAYA KE LOKA JAYA

Dari Laskar Ismaya ke Loka Jaya. Alhamdulillah 2 tahun sejak 10 Oktober 2019 sampai 10 Oktober 2021 membersamai kawan-kawan dari Loka Jaya. Dari cerita A sampai Z ada semua. Mulai dari susah, seneng, tangis semua telah terlewati bersama-sama.

Belajar banyak hal dari kawan-kawan Loka Jaya. Belajar tentang solidaritas yang tinggi, kekompakan, sikap dalam menghadapi masalah dan berbagai hal lainnya.

 

Dinamika berorganisasi selama di Loka Jaya lebih berat dan susah dibanding berorganisasi di kampus. Hambatan dan masalah ketimpangan dan benturan dari berbagai pihak baik dari internal maupun eksternal. Namun, yang patut dibanggakan adalah ketangguhan dari kawan-kawan Loka Jaya. Walaupun sering mendapat cemoohan, paidonan, dan sering dijatuhkan di depan namun dibanggakan dan di aku-akui di belakang sudah sering kawan-kawan Loka Jaya hadapi. Salut dengan semangat dan solidaritas nya.

 

Tanpa kalian,

Aku, kita dan Loka Jaya mungkin tidak akan seperti sekarang.

Tetap solid dan kompak selalu.

Sayang kalian.

 



 

 

 

Demak, 24 Oktober 2021

 


Thursday, October 21, 2021

JUKNIS JALAN SEHAT AGUSTUSAN 2021

Tahun 2021 ini, merupakan tahun ketiga keikutsertaanku dalam acara tahunan setiap bulan Agustus. Dari acara Jalan Sehat 2019, Turnamen Voli dan Turnamen Mobile Legend 2020, dan Agustusan Jalan Sehat 2021. Berbekal pengalaman organisasi di kampus dan keikutsertaanku sebagai panitia di beberapa event-event kampus setidaknya dapat berkontribusi dalam acara di desa.

Dengan kekompokan dan kesolidan dari teman-teman Loka Jaya acara alhamdulillah berjalan dengan lancar dan meriah. Dan dapat dikatakan acara desa seperti acara di kota-kota. 

Hal pertama yang harus dipersiapakan adalah membentuk tim inti baru kemudian tim panitia. Di Loka Jaya aku memilih 5 orang sebagai tim inti termasuk aku. Biasanya kita namakan Tim Huru Hara. Di tim ini tugas yang utama adalah untuk membahas jalannya acara dan hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan.

Di mulai dari pembahasan dana. Karena dana adalah hal yang paling penting tidak ada dana maka tidak ada akomodasi yang dapat dijalankan.

 

⧪Dana didapat dari :

1. Khas Loka Jaya

2. Sumbangan / Sponshorship

3. Penjualan Kaos

 

⧪ Menentukan Waktu, Tempat 
Hari, Tanggal : Minggu, 29 Oktober 2021

Waktu             : 06.30 WIB

Tempat           : Lapangan Dukuh Ngrandu, Ngelowetan

Pemilihan waktu dan tempat perlu dilakukan survei. Awalnya Jumat. Berhubung hari kerja dan banyak anak-anak yang sudah masuk sekolah maka waktu diundur Minggu. 

⧪ Menentukan Rute : Lapangan Ngrandu - Ngrandu - Lapangan Ngrandu 

⧪Pembentukan Panitia

1. Ketua

2. Wakil Ketua

3. Sekretaris

4. Bendahara

5. Sie

➧ Sie Humas : 

   ⇒ Mempersiapkan dan mengantarkan surat undangan untuk tamu  

        undangan (Lurah, Sekretaris Desa, Bhabinsa, 

        dan Bhabinkamtibmas)

   ⇒ Mengofirmasi kehadiran tamu undangan bisa hadir atau tidak, 

        karena nantinya berkaitan dengan  konsumsi yang dibutuhkan


➧ Sie Sponshor : 

    ⇒ Mengajukan sponshorship
    ⇒ Menarik sumbangan para donatur berkililing desa

 

➧ Sie Acara : 

   ⇒ Membuat dan mempersiapkan rundown acara

   ⇒ Berkoordinasi dengan Korlap sepanjang berlangsungnya 

        acara dari awal sampai selesai

   ⇒ Memilih hiburan : Dangdut dan Barongan

 

➧ Sie Konsumsi : 

  ⇒ Mengurus konsumsi untuk panitia, tamu undangan dan 

       pengisi hiburan

 Snack + minum = tamu undangan, pengisi hiburan

 Roti + es   = panitia

 Makan siang (nasi tumpeng) = di makan bersama setelah selesai acara, panitia dan  pengisi hiburan

Rokok untuk panitia

 ⇒ Berkoordinasi dengan Humas, Acara dan Korlap berapa 

      jumlah total panitia yang ikutdan berapa jumlah tamu 

      undangan yang hadir

 

➧ Sie Administrasi : 

    ⇒ Mengurus kupon

    ⇒ MMT

    ⇒ ID Card

    ⇒ Surat Undangan

    ⇒ Pamflet

 

➧ Sie Korlap : 

    ⇒ Mengkondisikan peserta jalan sehat selama acara berlangsung 

         sampai selesai

    ⇒ HT

    ⇒ Pembagian kupon (4 orang) di pos 1

    ⇒ Pengguntingan kupon (8 orang) di pos 2

    ⇒ Parkir


Rundown Acara

WAKTU

KETERANGAN

05.30 – 06.00

Persiapan panitia

06.00 – 06.30

Breefing dan Doa Bersama

06.30 – 06.45

Sambutan Ketua

06.45 – 07.00

Sambutan Kepala Desa

Pembukaan Jalan Sehat 2021

07.00 – 09.00

Jalan Sehat

09.00 – 09.15

Pengkondisian peserta dari jalan sehat

09.30 – 11.00

Pembagian hadiah

Serok (4)

Susuk (4)

Sikat WC (4)

Wadah Sendok (4)

Engkrak (4)

Wajan (4)

Baskom (4)

Tempat sampah kecil tutup (4)

Tempat sampah besar (4)

Rak (4)

Teko kecil (8)

Teko besar (2)

Gayung (4)

Hanger (7)

Panci (4)

Panci Mie (3)

Sapu (4)

Tikar (4)

Topi warna (14)

Tas Anak (7)

Tas Dewasa (10)

Celana XL (2)

Celana XXL (5)

Kaos L (5)

Kaos XXL (4)

Dompet

Tas slempang

Kemeja

Jam tangan

Lampu

Kipas Angin Kecil

Blender

Sterika

Dispenser

Kipas Angin Besar

11.00 – 12.00

Hiburan

13.00

Sayonara

13.00 - Selesai

Makan siang Panitia




Panitia Agustusan Jalan Sehat
 Karang Taruna Loka Jaya Desa Ngelowetan 2021


Saturday, July 31, 2021

JULIKU DI 2018

Ku kira semuanya akan sama saja. Namun, semesta berkehendak lain. Badai pasti akan berlalu dan akan ada pelangi setelah hujan. Akan ada tawa bahagia setelah tangis 



Temanggung bercerita.

Demak, 31 Juli 2021
Di ujung malam.

Tuesday, March 16, 2021

KEHIDUPAN DI RANTAU

 Tak terasa hampir dua tahun berlalu, meninggalkan kota yang penuh kenangan. Kota yang di mana banyak menyimpan sederet kisahku mulai dari yang sedih, tangis, tragis, susah, sekarat, senang, bahagia, dan sampai menjadi manusia bucin sudah terlewati. Agustus 2015 menjadi permulaan kisahku hidup di rantau, Semarang. Kali pertama harus hidup mandiri jauh dari orang tua, dan harus bisa mengurus keperluan hidup sendiri. 

Awal semester pertama hidup sendiri di kos agak sulit bagiku untuk menyesuaikan dan beradaptasi. Terlebih di saat aku belajar untuk beradaptasi dan menyesuaikan hidup, aku harus dihadapkan pada kondisi yang memaksaku untuk belajar mengikhlaskan seikhlas-ikhlasnya, untuk tidak berharap kepada manusia dan belajar untuk tidak mudah percaya kepada orang lain.

Semester pertama aku cukup kesulitan dalam menyesuaikan hidup secara mandiri mulai dari susahnya mencari makan, susahnya mencari kos yang cocok hingga susahnya transpot dari kos menuju kampus karena di awal semester aku belum berani membawa kendaraan pribadi. Di semester awal pun aku sudah berpindah kos sebanyak tiga kali. Pertama di Krakatau, kedua di Hawa dan ketiga kalinya di Pancakarya. Aku bukanlah tipe orang yang dengan mudahnya beradaptasi dengan orang lain terlebih berbagi kehidupan dengan orang lain. Kos pertama di Krakatau, sekamar berdua membuatku tidak nyaman. Di samping teman kosku yang selalu meminjam barang dan memakai barangku tanpa seizin dariku juga karena aku tidak bisa berkosentrasi belajar jika sewaktu mengerjakan tugas teman sekamar dengan seenaknya malah berisik sendiri. Kedua pindah ke Halmahera untuk sementara waktu hingga menemukan kos yang satu kamar satu orang. Setelah satu bulan di Halmahera aku pindah ke Pancakarya.

Alhamdullillah untuk di kos ketiga Pancakarya sekamar satu orang, dipertemukan dengan teman-teman kos yang baik. Dan bahkan masih berkomunikasi hingga saat ini. Salah satunya yang biasa ku panggil Tante Dea. Satu setengah tahun bertahan di kos Pancakarya. Sampai pada akhirnya November 2017 penghuni kos tidak tahan dengan kebijakan kenaikan tarif kos perbulannya dan setengah dari total penghuni kos memutuskan untuk pindah kos. Hingga tersisa empat orang termasuk aku di lantai 2. Horornya bukan main suasananya ditinggal penghuninya pindah. Satu bulan kemudian teman yang berada di lantai 2 juga memutuskan untuk pindah dan  akhirnya aku juga pindah.

Setelah beberapa kali hidup nomaden berpindah-pindah dan merepotkan mamasku buat pindahan barang akhirnya aku menemukan kos yang bener-bener nyaman di kos terakhir dan paling terlama, di Halmahera. Total selama kuliah aku sudah berpindah kos sebanyak empat kali.

Awal Desember 2017 aku pindah ke kos Halmahera. Hanya ada sembilan kamar. Satu kamar satu orang. Para penghuninya sudah seperti keluarga walaupun kadang timbul pertikaan dan percekcokan di antara teman-teman kos dari masalah sepele hingga masalah besar. Selama kuliah aku jarang sekali berada di kos. Mengingat aku aktif di dua organisasi sebagai sekretaris BEM Fakultas dan bendahara LPM Vokal. Hal itu membuatku pulang ke kos hanya untuk numpang mandi, makan dan sisanya beberapa jam untuk tidur. Namun di akhir Desember 2017 ku putuskan untuk berhenti mengabdi di BEM Fakultas dan LPM Vokal.

Kehidupanku sebagai mahasiswa bisa dikatakan sama dengan rata-rata kehidupan mahasiswa lainnya. Namun, yang sedikit membedakan aku adalah mahasiswa tipe kaum rebahan yang banyak overthingkingnya. Memasuki semester kedua di 2016 aku menargetkan beberapa hal yang harus aku capai dalam waktu setahun. Namun itu malah membuatku semakin tertekan dan terbebani dengan semua targetku ditambah dengan aku harus melewati masa-masa sulit untuk mengikhlaskan dan menerima kenyataan.

Di semester ketiga masih di November 2016 ketika aku memutuskan untuk mendaftar sebagai panitia Panwaslu membuatku bertekad untuk dapat lebih menguasai publich speaking lagi karena melihat kakak tingkat yang dengan wibawanya dalam menyampaikan pendapat dan berdebat dalam salah satu kasus di PEMIRA 2016. Dari pengalaman menjadi Panwaslu sekelas PEMIRA Universitas membuat mataku terbuka lebar bahwa politik sangatlah licik. Di mana yang lemah akan kalah, dan yang licik akan menang. Ada beberapa situasi menegangkan terlebih lagi pada saat malam final perhitungan suara. Entahlah aku juga bingung kenapa bisa sampai ada kejadian huru hara di malam itu karena yang pasti ada ikut campur salah satu organisa eksternal kampus yang masing-masing membentengi para calon Presma dan Wapresma.

Kesibukanku sewaktu kuliah selain aktif di BEM Fakultas dan LPM Vokal juga sibuk kuliah, mengerjakan tugas kuliah, dan kadang beberapa kali mengikuti seminar ataupun workshop seperti mahasiswa lainnya. Suatu ketika di 24 September 2017 aku mengikuti LDKTI yang diselenggarakan oleh HIMA Prodi. Banyak ilmu yang aku peroleh dari acara tersebut yang vibesnya masih ke pake sampai sekarang ini. Di satu sesi pemateri pernah mengatakan bahwa “menulis dapat meringankan kesemrawutan pikiran, kegundahan hati dan dapat menimbulkan kepuasan batin.” Dan itu benar sekali. Dengan menulis kita dapat menyalurkan dan mengurai pikiran kita, apalagi seperti aku tipe orang yang overthingking.

Beberapa waktu setelah dari acara itu aku mencoba mengirimkan tulisanku ke surat kabar harian Kompas yang sebelumnya sudah menjadi targetku di tahun 2017. Dan pada akhirnya di bulan Oktober 2017 bertepatan dengan wisudanya salah satu anggota LPM Vokal aku dikejutkan dengan share an di grup LPM Vokal yang mengabarkan bahwa tulisanku lolos termuat di Koran Kompas Nasional. Alhamdulillah bersyukur banget senangnya bukan main sampai terharu.  Masih di bulan Oktober aku juga mengikuti seleksi pemilihan Ayah Bunda PGSD mewakili kelas sampai ke tahap dua dan akhirnya gugur di sesi photoshot. Sudah kuduga. Dan di bulan ini benar-benar sibuk dalam mengurusi persiapan acara besarnya BEM Fakultas yang kudu bolak balik ke Dinas Pendidikan Jawa Tengah. Saat itu aku sedikit merasa tertekan dengan masalah persiapan acara besarnya BEM Fakultas, organisasi dan tugas kuliah. Ditambah lagi di akhir kepengurusan 2017 aku terbebani dengan segera harus merampungkan LPJ BEM Fakultas sebagai sekretaris  dan LPJ LPM Vokal sebagai bendahara.

Sebulan kemudian di November 2017 aku masih saja disibukkan dengan kegiatan organisasi dan kegiatan persiapan acara kelas di tingkat prodi. Masih di acara besarnya BEM Fakultas aku menjadi MC. Di akhir 2017, Desember pada Mubes LPM Vokal 2017 aku berpamitan untuk tidak melanjutkan ke periode selanjutnya dan pada Konferensi BEM Fakultas aku juga tidak melanjutkan ke periode berikutnya. 

Di akhir 2017 memang menjadi waktu yang paling menguras tenaga, pikiran dan emosi. Pernah sewaktu latihan untuk pagelaran seni musik PGSD aku berdebat dengan salah satu teman kelas yang naudzubillah dengan wataknya. Jauh-jauh hari aku sudah izin ke forum kelas untuk tidak berangkat karena akan mengikuti Konferensi BEM Fakultas, dan itu disetujui. Namun, pada waktu mendekati Konferensi BEM Fakultas ada satu orang yang dengan ngototnya membuat kebijakan dengan menerapkan denda bagi yang tidak berangkat latihan musik. Di saat itu aku benar-benar merasa sendiri untuk speak up tentang kebijakan yang semena-mena dibuatnya tentang masalah denda karena teman-temanku tidak berani untuk menyanggah omongannya. Tidak ada satupun yang berusaha untuk membantuku dalam menyanggah omongannya. Dan pada akhirnya aku dan beberapa temanku yang juga izin mengalah menerima keputusan untuk denda. Aku anggap itu sebagai sedekahku. Di bulan yang sama pun orang yang sama juga berdebat dengan orang yang sama-sama memiliki watak keras di kelas. Entahlah kenapa aku bisa berada di kelas yang dipenuhi dengan orang-orang yang berego tinggi dan tak mau dikalahkan.

Masih dalam masa latihan pagelaran musik ada suatu kejadian di mana teman yang pernah berdebat tiba-tiba membuat heboh satu kelas karena dramanya. Ada hikmah dari kejadian tersebut. Apa yang ditanam pasti akan dituai. Karma itu berlaku. Sesama teman jangan sejahat itu sampai dibantai habis ketika beropini, usul pendapat dan musyawarah. Karena teman adalah orang yang paling dekat di rantau dibanding keluarga di rumah. Jadi, apa-apa yang pertama kali membantu di rantau ketika sedang berada di posisi darurat pastilah teman, kedua baru keluarga.

Memang karma itu berlaku juga pada orang-orang yang di awal semester pernah membuatku untuk belajar mengikhlaskan seikhlas-ikhlasnya atas apa yang terjadi di awal semester dan di pertengahan semester. Sekarang mereka tidak mendapatkan apa yang diinginkan dan diperjuangkannya setelah membuat aku mengikhlaskan segala hal atas apa yang terjadi. Mungkin mereka mengalami dan merasakan dua kali lipatnya dengan apa yang pernah aku alami dulu. Memang benar Allah itu maha adil, dan karma cepat atau lambat berlaku.

 

Demak, 16 Maret 2021